aku gamau jadi seperti matahari
meskipun dia yang dengan sinarnya yang tetap
sinar tulus dan hangatnya yang tak pilih kasih
dia terlalu songong dengan sinarnya yang sangat kuat
bikin semuanya kepanasan
aku juga gamau jadi seperti awan
yang meskipun dia mau menahan kita dari panas
dia menutupi matahari disaat jemuran belum kering
dia ingin selalu jadi yang terdepan,
tapi dia terlalu cengeng
saat dia menangis, semua jadi dingin dan becek
aku pengen sih jadi seperti bulan
dia elok dan eksklusif
tapi, dia terlalu molek dan hanya mau muncul di waktu malam
dan dia sangat perhitungan untuk menampakkan dirinya yang bulat sempurna
tapi sepertinya, aku lebih ingin menjadi seperti bintang
dia ada dan tetap ada saat malam maupun siang
setia melihat dan memperhatikan kita,
meski sinarnya kalah kuat dari raja matahari
meski kadang dia tertutup ksatria awan tebal
dan meski kadang hanya menjadi dayang dari putri bulan
ya, dan dia tetap disana menanti kita untuk melihatnya
Minggu, 04 November 2012
Sabtu, 03 November 2012
(lagi) tentang rasa
" salah nggak sih kalo gue tidak merasa apa yang harusnya gue rasa?"
"enggak, Lid. nggak ada yang salah dari me-rasa."
"iya, memang perasaan kan gabisa dipaksa"
tiap orang bisa saja merasa berbeda terhadap orang yang sama, terhadap situasi yang sama
tapi, kalau mau merasa, tak perlu harus merasa yang sama dengan apa yang mereka rasa
"kenapa (harus) aku, kak?"
"kalau kamu nemu uang, apakah akan kamu biarkan saja tergeletak? atau langsung kamu ambil? Memang sih awalnya pasti ada rasa takut. Tapi trus mikir dulu kan pastinya 'kalau ini jatuh, berarti bukan rejeki orang itu, tapi rejeki saya'. Nah, kalau kamu nggak ambil, berarti akan jadi rejeki orang lain."
-Seorang kakak-
Malam ini seperti biasa gue ngelakuin aktivitas yang melelahkan, tapi gue bertahan sampai akhir, disaat yang lain sudah pada rontok. Di akhir kegiatan pun gue masih saja diajak berpikir; kening berkedut, telinga mendengar, mata melihat, namun pikiran tak di tempat.
Susah menahan diri untuk tetap terjaga. Godaan ingin pulang sangat besar, tapi masih dapat dikalahkan oleh rasa penasaran. Saat akhirnya gue menangkap aura yang gak enak; beberapa pasang mata mengintai dengan tak sabar. Saking tak sabarnya, pasang-pasang mata itu seakan berbicara mengirimkan sinyal-sinyal yang tertangkap otak.
Bahkan hingga sekarang gue masih merasakan rasa takut yang amat sangat. perut gue serasa dipenuhi kupu-kupu. otak gue seakan merasa semua mimpi. dada gue masih saja berdesir tak percaya.
Dan benar saja, sedetik setelah gue membayar rasa penasaran gue, episodic buffer gue masih saja berputar. Susah menyatukan semua yang terjadi dalam waktu kurang dari 2 jam. Banyak. Sangat banyak yang gue dapet. Sangat banyak pemikiran yang membuat central executive gue bekerja keras. Tapi hasilnya, adrenalin gue meningkat; entah karena efek kafein, hormon atau memang itu yang gue rasakan.
Apapun itu, sepertinya Tuhan mengabulkan impian konyol yang sering gue angan-angankan. Gue ingin menjadi seperti A, yang selalu mendapat perhatian mereka. Gue ingin seperti B, yang bisa melakukan hal seperti itu. Gue ingin seperti C, yang selalu mendapatkan kesempatan yang menurut gue sangat besar.
Masih satu, tapi Tuhan berbaik hati mendengarkan rengekan gue. Rengekan yang baru gue sadari berdampak besar bagi hidup gue.
Dalam perjalanan pulang, gue masih saja menanyakan hal-hal kecil yang dirasa konyol.
"Kenapa aku kak? Dan kenapa harus aku?"
teringat pertanyaan yang sama pernah gue lontarkan kepada seorang kakak
"kenapa baru sekarang kak?", tetapi dia udah gak bisa lagi menjawab seribu tanya apapun yang gue tujukan
Akhir jawabnya membuat gue tersenyum. Masih, dan sampai sekarang tetap.
Rasa heran dan tak percaya masih memenuhi benak gue.
"apa gue bisa?",
"apa gue mampu?",
"apa gue sanggup?"
Tapi seperti kata kalian, ketakutan yang membuat gue tertahan.
"... keberanian itu sebenarnya hanyalah keadaan ketika kita bisa mengalahkan rasa takut. dan gak akan ada kalau kamu nggak usaha ..."
-(Masih) Seorang kakak-
mulai bekerja
entah ini pengaruh kopi atau apa, yang jelas saat ini aku bersemangat
hanya sekedar mencuci baju yang sudah lama tak terbilas
membereskan kamar yang sudah tak jelas juntrungannya
atau bahkan bersemangat untuk langsung menulis
yah, seperti semua tahu LTM-ku sangat lemah, sekarang bahkan aku hampir saja melupakan semuanya
kafein, hormon adrenalin atau apapun itu aku tak peduli
yang penting, aku akan selalu mengusahakan perasaan ini ada di dalam diriku
bahkan baru terasa pegal-pegal setelah sekian lama tak bergerak
bagai mesin tua yang dipaksa untuk bekerja
bagai gear nyangkut yang dipaksa untuk berputar
hey Lid, sekaratan itukah kamu?
hanya sekedar mencuci baju yang sudah lama tak terbilas
membereskan kamar yang sudah tak jelas juntrungannya
atau bahkan bersemangat untuk langsung menulis
yah, seperti semua tahu LTM-ku sangat lemah, sekarang bahkan aku hampir saja melupakan semuanya
kafein, hormon adrenalin atau apapun itu aku tak peduli
yang penting, aku akan selalu mengusahakan perasaan ini ada di dalam diriku
bahkan baru terasa pegal-pegal setelah sekian lama tak bergerak
bagai mesin tua yang dipaksa untuk bekerja
bagai gear nyangkut yang dipaksa untuk berputar
hey Lid, sekaratan itukah kamu?
Selasa, 30 Oktober 2012
kenangan itu abadi dihati
ada pertemuan, pasti ada perpisahan
semakin lama, semakin banyak perpisahan yang kutemui
mungkin ini caraNya Tuhan untuk mengajarkanku ikhlas merelakan
karena selama ini, aku selalu menyia-nyiakan orang-orang yang kusayang
aku bersyukur karena diberi kesempatan mengenalmu
aku berdoa untuk setiap waktu yang udah kita lewati bersama
untuk semua cerita yang (mungkin) tidak penting, tapi tetap terkenang
aku juga berdoa buat orang-orang yang merugi karena tidak pernah mengenal orang sebaik dan semenakjubkanmu
selamat jalan, kak
aku senang sempat kenal dengan kakak
baik-baik disana ya kak
jangan lupa, jagain kak uli juga disana :)
oiya satu lagi, pesan buat kakak
hutang makan siangnya aku ikhlasin kok kak, yang penting kk masuk surga
semakin lama, semakin banyak perpisahan yang kutemui
mungkin ini caraNya Tuhan untuk mengajarkanku ikhlas merelakan
karena selama ini, aku selalu menyia-nyiakan orang-orang yang kusayang
aku bersyukur karena diberi kesempatan mengenalmu
aku berdoa untuk setiap waktu yang udah kita lewati bersama
untuk semua cerita yang (mungkin) tidak penting, tapi tetap terkenang
aku juga berdoa buat orang-orang yang merugi karena tidak pernah mengenal orang sebaik dan semenakjubkanmu
selamat jalan, kak
aku senang sempat kenal dengan kakak
baik-baik disana ya kak
jangan lupa, jagain kak uli juga disana :)
oiya satu lagi, pesan buat kakak
hutang makan siangnya aku ikhlasin kok kak, yang penting kk masuk surga
teruntuk kak aziz
yang sekarang pasti lagi tersenyum di surga
@aahmadaziz
@psikopad09
Senin, 29 Oktober 2012
dan aku akan terus tersenyum bahagia untuk kalian
untuk kamu yang disana,
yang telah diutus oleh semesta
aku berterimakasih kepadamu
karena meski dengan segala kebimbanganmu, tetap dapat membuatnya tersenyum
aku berterimakasih kepadamu
karena kau yang kini telah berani menetapkan hati dan melangkah maju
aku berterimakasih kepadamu
karena telah menyembuhkan hatinya yang sempat kau lukai
tapi aku juga akan sangat berterimakasih kepadamu
apabila kau tetap menjaga senyumnya sampai akhir,
bukan karena semua ketulusan yang telah dia lakukan kepadamu
tapi karena kesadaranmu untuk membuktikan betapa kau menyayanginya
p.s. :
selamat malam hey kamu, pencarianmu telah membuahkan hasil
pastikan perjuanganmu selama ini tetap berkisah manis
dan akan kupastikan semesta tak menyesal mengirimnya untukmu
tertanda,
seorang teman yang cukup melihat kalian bahagia bersama
kadang aku ingin, itu aku
sebuah malam seni di kampus
acara yang juga diisi oleh para penghuni baru kampus
terlihat mereka yang dengan senangnya menari-nari
atau bernyanyi demi menghibur para senior mereka
atau bahkan ada yang melakukan beatbox
ada juga seorang muda yang siap dengan gitarnya
bermain sambil tetap menunduk
tak berani menikmati musik, demi memberi pertunjukan yang sempurna
teringat setahun lalu, persis
sesosok tubuh kecil yang dengan kikuk menggenjreng gitar dengan perlahan
tepat di depan panggung, menunduk malu
diantara barisan pemain lain
berharap tak pernah menjadi sorotan orang banyak
terduduk resah selama memainkan baitnya
berharap tak melakukan kesalahan sedikitpun
hanya fokus meredam detak jantungnya yang kian lama tak beraturan
hingga lagu selesai, teringat betapa senang rasanya
meski hanya 2 lagu singkat
namun melihat antusias para penonton yang riuh bertepuk tangan
rasanya senang
mereka tak melihat tepat tidaknya kunci yang dimainkan
mereka tak melihat cepat lambatnya tempo yang kadang sumbang
tapi yang mereka lihat adalah keberanian para junior untuk tampil kedepan
ya itupun yang kulakukan pada malam itu
tepuk tangan sekencang-kencangnya kutujukan untuk sang gitaris muda itu
yang sebelum tampil sempat terdiam resah dipenuhi ketakutan
yang sebelum tampil tersenyum padaku seakan meminta dukungan
aku mendukungmu, selalu
karena aku juga pernah disana
aku tahu rasanya takut melakukan kesalahan
aku tahu rasanya malu yang tak tertahankan
aku tahu rasanya senang yang tak terperi
dan kini
aku sangat ingin bisa kembali berdiri diatas panggung
dengan alat musik yang sama
dengan keberanian dan kemampuan yang lebih
dan aku berkata "itu aku, yang sedang memainkan nada untukmu"
acara yang juga diisi oleh para penghuni baru kampus
terlihat mereka yang dengan senangnya menari-nari
atau bernyanyi demi menghibur para senior mereka
atau bahkan ada yang melakukan beatbox
ada juga seorang muda yang siap dengan gitarnya
bermain sambil tetap menunduk
tak berani menikmati musik, demi memberi pertunjukan yang sempurna
teringat setahun lalu, persis
sesosok tubuh kecil yang dengan kikuk menggenjreng gitar dengan perlahan
tepat di depan panggung, menunduk malu
diantara barisan pemain lain
berharap tak pernah menjadi sorotan orang banyak
terduduk resah selama memainkan baitnya
berharap tak melakukan kesalahan sedikitpun
hanya fokus meredam detak jantungnya yang kian lama tak beraturan
hingga lagu selesai, teringat betapa senang rasanya
meski hanya 2 lagu singkat
namun melihat antusias para penonton yang riuh bertepuk tangan
rasanya senang
mereka tak melihat tepat tidaknya kunci yang dimainkan
mereka tak melihat cepat lambatnya tempo yang kadang sumbang
tapi yang mereka lihat adalah keberanian para junior untuk tampil kedepan
ya itupun yang kulakukan pada malam itu
tepuk tangan sekencang-kencangnya kutujukan untuk sang gitaris muda itu
yang sebelum tampil sempat terdiam resah dipenuhi ketakutan
yang sebelum tampil tersenyum padaku seakan meminta dukungan
aku mendukungmu, selalu
karena aku juga pernah disana
aku tahu rasanya takut melakukan kesalahan
aku tahu rasanya malu yang tak tertahankan
aku tahu rasanya senang yang tak terperi
dan kini
aku sangat ingin bisa kembali berdiri diatas panggung
dengan alat musik yang sama
dengan keberanian dan kemampuan yang lebih
dan aku berkata "itu aku, yang sedang memainkan nada untukmu"
Langganan:
Postingan (Atom)