Rabu, 13 Juni 2012

KUAS

Aku selalu membawa kuasku
Kemanapun aku pergi,
Kalau-kalau aku perlu menutupi
Agar tak terlihat diriku yang asli.
Aku sangat takut memperlilhatkan diriku,
Takut dengan yang akan kau perbuat, takut.
Kau akan tertawa atau mengejekku.
Aku takut kehilangan dirimu.

Aku ingin melepaskan semua lapisan catku
Menunjukkan diriku yang asli dan nyata,
Tapi aku ingin kau mencoba mengerti,
Aku perlu kau menerima apa yang kau lihat.
Jadi kalau kau bersabar dan menutup mata,
Akan kutanggalkan semua lapisanku perlahan.
Tolonglah mengerti betapa sakitnya
Membiarkan diriku yang asli terlihat.

Sekarang semua lapisanku sudah terlepas.
Aku merasa telanjang dan kedinginan.
Dan kalau kau masih mencintaiku apa adanya,
Kau adalah temanku, semurni emas.

Tapi, aku perlu menyimpan kuasku,
Dan memegangnya dalam tanganku,
Aku ingin kuas itu siap kupakai
Kalau-kalau ada yang tak mengerti.
Jadi, lindungilah aku, kawan.
Dan terima kasih atas ketulusan kasihmu,
Tapi biarkanlah aku menyimpan kuasku
Sampai aku juga mencintai diriku.

-Bettie B. Youngs-

Sabtu, 09 Juni 2012

lagikah ?

mungkin ini kali kedua, dan rasanya tetap sama. sakit
sakit tanpa tau salahmu, dan tanpa sadar kuatnya egomu
sakit ketika sadar semua berbalik dan tak kembali
sakit ketika mendapat sesuatu yang baik, lalu diikuti sebuah kehilangan 

mungkin kali pertama, aku masih seorang yang tidak stabil
dan kali pertama, aku masih mengiyakan salahku yang sebenarnya tak kutahu
memang benar kali pertama aku begitu bodoh, tak bisa mempertahankannya

tapi kali ini, aku tak ingin hal yang sama terulang lagi
kali kedua ini, aku tak ingin melepaskannya begitu saja
dan kali kedua ini, jangan sampai menjadi kesalahan yang sama

curcol :)

Beberapa hari ini, gue akui gue cukup hectic dengan segala urusan gue yang menyangkut kampus, terutama organisasi.

Sebelumnya harus gue luruskan bahwa gue bukan tipe orang yang pinter bersosialisasi dengan orang lain, namun entah kenapa, akhir-akhir ini Tuhan seperti memberikan jalan untuk gue berkembang.

  1. Berawal dari kesempatan yang gue dapet untuk masuk ke fakultas PSIKOLOGI, yang tentunya selalu berkaitan dengan manusia. (Ingat ada manusia, pasti harus bersosialisasi)
  2. Kemudian gue mendapat kesempatan lagi untuk menjadi anggota BEM, dimana gue dilatih mesti, wajib dan kudu harus bisa bersosialisasi dengan semua orang (karena emang itu tugas gue). Disini gue mendapat banyak banget nget feed back buat diri gue. *big hug buat MIBA-ers (departemen minat bakat.red) Yang gue tahu, wejangan-wejangan itu menghiasi otak gue, meminta untuk di eksplorasi. hehehe
  3. Kemudian dengan adanya acara angkatan (semacam makrab.red) yang namanya Little Project 2011, yang menjembatani gue untuk mengenal para tetua yang sangat bijak dan tahu memposisikan diri mereka (setidaknya menurut gue)
Sebenernya kalo gue lihat, dari situ aja sudah cukup untuk gue mengenal senior-senior gue. Dan sepengelihatan gue, pembawaan gue sudah cukup berkembang dengan hal-hal yang diatas. Tapi satu yang gue sadari, gue butuh lebih dari sekedar CUKUP untuk benar-benar mengenal lingkungan gue. Mengenal keluarga yang akan gue temui hingga kurang lebih 3 tahun kedepan.

Gue tahu apapun itu, butuh perjuangan yang tidak sedikit untuk mencapainya. Gue harus rela berlama-lama di kampus dan tidak hanya sekedar menjadi kupu2 (kuliah-pulang) tapi juga menjadi kunang2 (kuliah-nangkring).
Kemudian, gue harus mengasah tingkat ke-kepo-an gue, karena itu modal utama seorang psikolog (meski gue belum yakin apakah gue ingin menjadi psikolog apa tidak).
Lalu, apapun itu, gue harus aktif di kampus dan harus menahan malu untuk jb2 (join bareng) dengan senior.
Dan sebuah kebanggaan bagi gue, hasil yang gue dapet sampai saat ini mampu membuat gue belajar dengan fun.

Mulai dari hal yang paling sederhana, gue jadi punya keberanian untuk menyapa senior.
Gue akhirnya bisa berkenalan dengan para tetua yang gue anggap bijak tadi. 
Gue mulai mengesampingkan perasaan malu dan takut gue, sehingga mulai timbul intimacy dengan senior dan orang-orang yang akan gue ajak bekerja sama dimanapun itu. (hahaha sepertinya sudah mulai masuk teori psikologi nih -,-)

Kemudian satu hal yang sangat membuat gue tambah senang, gue menerima sangat banyak perkataan "welcome", dan ternyata yang gue ketahui selama ini tentang kampus tidak dapat dibanggakan sama sekali.

Mungkin sudah terlalu panjang dan gue sudah kehabisan kata-kata untuk membahasakan perasaan seneng gue. Tapi yang jelas, gue mau menjadi lebih dari sekedar cukup. Karena CUKUP saja tidak cukup.

yang terbelakang (ter : paling)

Ini adalah percakapan gue dengan alterego gue beberapa hari yang lalu. Mungkin hanya sempat berkecamuk dalam benak, tanpa pernah diungkapkan.

G untuk Gue, dan A untuk Alterego gue

G : Gue berpikir untuk menyupport orang
A : tapi siapa yang akan terus setia menyupport gue?
G : Gue berpikir untuk berada di belakang orang
A : tapi siapa yang akan selalu berada di depan gue dan melindungi gue?  lagian, apa gue mau menjadi yang selalu terbelakang?
G : Gue hanya berpikir untuk bekerja di bawah kendali orang
A : tapi siapa yang akan selalu setia mengendalikan gue? 

Yah, gue selalu berpikir untuk melihat semuanya dari luar
Gue gapernah berani berpikir untuk masuk kedalamnya
Gue selalu berpikir untuk mengamati semuanya
Tanpa berpikir untuk menghiasi yang ada didalam bingkai
Gue seringkali hanya protes tentang semua yang didalam
Tanpa pernah mau terjun kedalamnya

Kapan gue jadi pemeran utama?

Ibarat novel, kapan gue bukan lagi hanya seorang pengarang cerita, namun menjadi seorang tokoh utama?

Selasa, 05 Juni 2012

mereka, motivasiku :)

Kalo bicara tentang idola, pasti banyak yang serentak menyebutkan artis-artis kebanggaan mereka, atau orang tua mereka atau teman-teman mereka yang juara kelas.

Gue bertemu banyak orang yang lebih hebat dari itu. Banyak orang dengan banyak ekspresi muka dan banyak kepribadian yang berbeda-beda di lingkungan kampus gue. 
Dan menurut gue, seseorang dapat dikatakan sebagai idol karena dia dapat memotivasi orang lain untuk jadi sepertinya. Sama seperti mereka-mereka yang gue temui di kampus.

Gue akan mulai bercerita...

Orang pertama yang gue idolakan adalah seorang senior, dan dia perempuan. Bisa dibilang, dia orang yang cukup populer di kampus. Pertama kali gue ketemu dia, dia udah bisa menginspirasi dan menularkan semangatnya ke gue. Dia mengajarkan banyak hal dengan banyak cara. 
Hal pertama yang gue pelajari dari dia adalah : jangan pernah membedakan diri dengan orang lain, berbaurlah dan jadikan perbedaan itu untuk saling melengkapi.

Orang kedua yang gue banggakan masih seorang senior, dan masih seorang perempuan. Dia adalah senior yang easy going, sama seperti orang pertama, dia juga mengajarkan untuk tidak membeda-bedakan diri dengan orang lain. 
Tapi satu hal yang sangat gue banggakan dari dia adalah perkataannya : "ada yang bisa menjadi terang di komunitas yang memang sudah terang, tapi gue ingin menjadi terang di tempat yang masih gelap"

Kadang, orang akan bilang ia ingin pintar menyanyi, pintar menari, bercerita, akting seperti idola mereka. 

Nah, kalo gue beda. Gue ga pengen jadi mereka. 
Yang gue pengen, gue tetep jadi seperti gue apa adanya. 
Tapi gue bisa punya semangat yang sama dengan mereka. Punya usaha seperti mereka. Punya pemikiran yang kritis seperti mereka. Dan punya ambisi yang sama tulusnya seperti ambisi mereka
Hingga suatu saat nanti, giliran gue yang menggantikan tempat mereka untuk menginspirasi orang lain.
:)

Senin, 04 Juni 2012

# random ?!

kepada mereka yang tak perlu bersusah payah, tapi bisa melakukan
kepada mereka yang dengan usaha sedikit, bisa dapat bintang besar
kepada mereka yang diberi anugrah, lalu tidak merunduk seperti padi
kepada mereka yang lebih atas, kemudian merendahkan yang lain
wahai kalian yang mampu, janganlah jadi besar kepala.

"gue tau rasanya. ketika kalian mengalami penolakan. dan ketika tau bahkan rival kalian gak selevel dengan kalian. dia bahkan gak lebih hebat dari kalian"
IRI. adalah emosi yang keluar ketika kalian tidak mampu menyaingi orang lain.
maka, ketika kalian diberi kesempatan, dan diberi kemampuan untuk melakukan suatu hal, LAKUKANLAH.

gue benci ketika TIDAK melakukan hal2 yang seharusnya BISA gue lakukan.
dan ketika kalian (gue) berkata "semua baik2 saja", padahal sebenarnya "tidak baik" karenanya, itu berarti kalian (gue) SEDANG LARI DARI KENYATAAN. okeh, yang ini emosional hehe

Akhirnya, yang kalian bisa lakukan hanyalah memaafkan. Maafkan diri kalian yang lemah dan penakut dalam mengambil keputusan. MAAF disini berlaku ketika kalian sudah bisa tertawa saat kalian mengingat lagi kesalahan2 kalian.

Kemudian, kalian hanya tinggal melakukan hal yang tertunda itu dan melakukannya dengan effort yang lebih. Lebih dari yang selama ini kalian lakukan. Lebih dari yang selama ini KALIAN PIKIR kalian lakukan. Lakukan lebih dari yang mereka ingin kalian lakukan. toh, keuntungannya akan kalian raih sendiri, kan. :)

....
kalo gue, jujur masih dalam proses memaafkan. memaafkan diri sendiri dan mengatur action plan untuk memperbaiki kesalahan2 itu. 
Jangan pernah berhenti mencoba, karena kesalahan itu wajar.
"action plan gue tidak sempurna. dan orang yang membuatnya pun tidak sempurna. tapi yakinlah, action plan itu dibuat dengan sebaik2nya dan dengan usaha sekeras2nya"

*maaf untuk tempat sampah yang bocor. dan ada kata2 yang tidak disensor kefrontalannya.
sekian dan terimakasih :)

Minggu, 03 Juni 2012

melompatlah

hari ini, gue melihat toko kue yang enak. gue pengen banget kesana, tapi gue selalu menunda2nya.

kemudian gue melihat gundukan semen di depan sana, yang sebenarnya ga jauh dari toko kue itu.
dan ketika tahu gue bisa melewatinya, gue hanya menunggu dan gak melakukan apapun.

esoknya gue melihat gundukan itu bertambah 5 centi. sebenarnya, gue masih bisa melewatinya, namun gue masih bergerak selambat kura2 untuk sampai  di toko tersebut

ternyata para pembuat dinding itu bergerak lebih cepat dari gue.
dan gak berapa lama, dinding itu sudah berdiri 10 centi. dan bodohnya gue, gue hanya berteriak marah namun tetap berjalan selambat yang gue bisa

semakin dekat gue ke toko roti itu, semakin tinggi pula dinding semen itu menjulang.
kali ini yang bisa gue lakukan hanya protes, marah dan berteriak tanpa tau sebenarnya gue masih bisa melewatinya.


"ketika lu ngeliat dinding semen di depan sana, berjalanlah lebih cepat. 
kemudian melompatlah melewati dinding itu.
melompat dan jangan protes.
karena sebenarnya lu masih bisa lewat dengan mudah." -owl



ketika lu gabisa melewati dinding yang terlalu tinggi, cobalah untuk melompat. ketika masih gabisa lewat, memanjatlah.