aku ada untuk menenangkanmu
kau tau?
kadang Tuhan membiarkanku terluka hanya agar kau tak tersakiti
kadang Tuhan memberikanku telinga yang lebih hanya agar kau bisa bebas bercerita
kadang Tuhan memberikanku jam tugas lembur agar aku bisa menemanimu
kadang Tuhan memberikanku kekuatan yang ekstra agar bahuku masih bisa tuk kau gunakan
tapi, tahukan kau?
Tuhan juga menginginkan anak-anak-Nya untuk merasa bahagia
kadang Tuhan memberikanku telinga yang lebih agar aku lebih peduli terhadap sekelilingku
kadang Tuhan memberikanku jam tugas lembur karena Dia tahu aku masih memiliki banyak tugas yang belum terselesaikan
kadang Tuhan memberikanku kekuatan yang ekstra agar aku masih mampu berdiri dikedua kaki ini dan tidak tumbang pada saat dibutuhkan
kau tahu aku selalu berusaha
berusaha ada disaat kau membutuhkan
berusaha menjadi sebaik yang aku bisa
karena aku manusia, sama sepertimu
maukah kau tidak berharap lebih dari yang dapat kuberikan?
Sabtu, 29 September 2012
#defense
orang bilang aku sok lemah
aku memang gadis penyakitan yang selalu bertahan untuk tak terlihat sakit
karena dengan menerima penyakit itu, hanya akan membuatku tambah sakit
orang bilang aku sok kuat
aku memang orang yang suka bekerja menggunakan seluruh inderaku
agar aku tak hanya menjadi onggokan daging tanpa otak
bukannya mau show off didepan semua orang
orang bilang aku terlalu jual mahal
aku memang mudah menyukai lawan jenis,
tapi rasa takut membuatku mengenyahkan keinginan hati untuk berkelana
orang bilang aku cengeng
aku memang selalu menangis
tapi itu hanya karena aku tidak bisa marah
orang bilang aku munafik
aku memang gadis penurut
yang selalu diajarkan bahwa marah bukanlah hal yang baik
lalu, aku hanya bisa kembali menangis dan menahan diri agar tak melakukan hal-hal jahat yang dilarang
menangisi diriku yang begitu lemah karena tak mampu bertindak
menangisi diriku yang tak pernah bisa melawan hanya karena menjunjung tinggi peraturan
kalian boleh mengata-ngataiku
kalian boleh menjelek-jelekanku
hanya kalau aku sudah memberi ijin diriku untuk direndahkan
kalian boleh berpandangan apapun tentangku
asal kalian sudah mengenalku sebelumnya
aku memang gadis penyakitan yang selalu bertahan untuk tak terlihat sakit
karena dengan menerima penyakit itu, hanya akan membuatku tambah sakit
orang bilang aku sok kuat
aku memang orang yang suka bekerja menggunakan seluruh inderaku
agar aku tak hanya menjadi onggokan daging tanpa otak
bukannya mau show off didepan semua orang
orang bilang aku terlalu jual mahal
aku memang mudah menyukai lawan jenis,
tapi rasa takut membuatku mengenyahkan keinginan hati untuk berkelana
orang bilang aku cengeng
aku memang selalu menangis
tapi itu hanya karena aku tidak bisa marah
orang bilang aku munafik
aku memang gadis penurut
yang selalu diajarkan bahwa marah bukanlah hal yang baik
lalu, aku hanya bisa kembali menangis dan menahan diri agar tak melakukan hal-hal jahat yang dilarang
menangisi diriku yang begitu lemah karena tak mampu bertindak
menangisi diriku yang tak pernah bisa melawan hanya karena menjunjung tinggi peraturan
kalian boleh mengata-ngataiku
kalian boleh menjelek-jelekanku
hanya kalau aku sudah memberi ijin diriku untuk direndahkan
kalian boleh berpandangan apapun tentangku
asal kalian sudah mengenalku sebelumnya
merindu. menjadi bagian dari gadis berkepang dua dengan balutan kain merah putih
aku rindu
bangun pagi dengan omelan-omelannya
suapan-suapan sarapan yang menemaniku memasang sepatu
ocehan-ocehan kecil tentang seberapa pentingnya bangun pagi bagi seorang gadis
aku rindu
pulang dengan segala beban yang langsung hilang seiring cepatnya ceritaku padanya
disaat pulang bisa menikmati masakan lezatnya
menonton tv dengan tas, sepatu dan seragam yang berserakan
aku rindu
merengek izinnya untuk bermain sepeda didepan rumah
kemudian pulang disaat dia menyuruh mandi
dan menikmati makan malam dengan kartun yang tak berhenti berputar
aku rindu
omelan-omelannya menyuruhku belajar
memarahiku saat aku ketahuan menyembunyikan angka 5 didalam meja belajarku
nasihat-nasihat singkatnya sembari membuatkan teh untukku dimalam yang sama
aku merindu
merindunya yang dulu lebih sering mengomel dari pada bercengkrama
merindunya yang kini bahkan tak pernah lagi kutemui saat pulang kampus
merindunya yang berada 156 kilometer disana
aku merindu
kebawelan dipagi hari dengan suapan-suapan terpaksa
kemanjaan disore hari berharap ia tetap mau menemaniku bermain
kekesalan yang tak tertahan ketika ia malah memarahiku dengan semua nilai yang memerah
aku merindu, kapan tiba waktunya aku bisa kembali bermanja-manja didepannya
bercerita panjang lebar tak henti-hentinya
mendengar omelan-omelannya
yang bisa kulakukan hanyalah menunggu
kala tanggal merah menghampir, aku akan kembali melihat mukanya
bangun pagi dengan omelan-omelannya
suapan-suapan sarapan yang menemaniku memasang sepatu
ocehan-ocehan kecil tentang seberapa pentingnya bangun pagi bagi seorang gadis
aku rindu
pulang dengan segala beban yang langsung hilang seiring cepatnya ceritaku padanya
disaat pulang bisa menikmati masakan lezatnya
menonton tv dengan tas, sepatu dan seragam yang berserakan
aku rindu
merengek izinnya untuk bermain sepeda didepan rumah
kemudian pulang disaat dia menyuruh mandi
dan menikmati makan malam dengan kartun yang tak berhenti berputar
aku rindu
omelan-omelannya menyuruhku belajar
memarahiku saat aku ketahuan menyembunyikan angka 5 didalam meja belajarku
nasihat-nasihat singkatnya sembari membuatkan teh untukku dimalam yang sama
aku merindu
merindunya yang dulu lebih sering mengomel dari pada bercengkrama
merindunya yang kini bahkan tak pernah lagi kutemui saat pulang kampus
merindunya yang berada 156 kilometer disana
aku merindu
kebawelan dipagi hari dengan suapan-suapan terpaksa
kemanjaan disore hari berharap ia tetap mau menemaniku bermain
kekesalan yang tak tertahan ketika ia malah memarahiku dengan semua nilai yang memerah
aku merindu, kapan tiba waktunya aku bisa kembali bermanja-manja didepannya
bercerita panjang lebar tak henti-hentinya
mendengar omelan-omelannya
yang bisa kulakukan hanyalah menunggu
kala tanggal merah menghampir, aku akan kembali melihat mukanya
Minggu, 23 September 2012
kau tak tahu
kau tak tahu
kau tak tahu apapun tentang aku
tentang duniaku
kau tak tahu bagaimana rasanya menjadi aku
jelas saja, kau bukanlah aku
kau tak tahu bagaimana rasanya mengorbankan banyak hal
yang sama sekali tak dihargai
kau tak tahu bagaimana rasanya dicerca banyak orang
hanya untuk mempertahankan kepercayaan orang lain
kau tak tahu bagaimana rasanya
rasanyaa ...
ah sudahlah,
sampai kapanpun kau tak akan mengerti karena itulah kamu
hanya ingin dimengerti
semua hanya tentang kamu dan kebenaran-kebenaran yang kau anut
tentang kamu dan masalah-masalahmu
kamu dan semua angan-anganmu
kau tak tahu apapun tentang aku
tentang duniaku
kau tak tahu bagaimana rasanya menjadi aku
jelas saja, kau bukanlah aku
kau tak tahu bagaimana rasanya mengorbankan banyak hal
yang sama sekali tak dihargai
kau tak tahu bagaimana rasanya dicerca banyak orang
hanya untuk mempertahankan kepercayaan orang lain
kau tak tahu bagaimana rasanya
rasanyaa ...
ah sudahlah,
sampai kapanpun kau tak akan mengerti karena itulah kamu
hanya ingin dimengerti
semua hanya tentang kamu dan kebenaran-kebenaran yang kau anut
tentang kamu dan masalah-masalahmu
kamu dan semua angan-anganmu
selamat malam
bahkan hanya dengan sepintas "selamat malam" saja, aku merasa lega.
tahu kau mengkhawatirkanku saat itu,
tapi hanya bisa diam demi menungguku tenang.
tahu kau mengkhawatirkanku saat itu,
tapi hanya bisa diam demi menungguku tenang.
Sabtu, 22 September 2012
beda bodoh dan baik
I : ketika lu mau saja disuruh ini-itu oleh orang lain, berarti boleh kan gue anggep lu bodoh
L : kalau menurut saya itu baik, gimana?
I : bodoh dan baik itu beda tipis loh yaa
L : ...
hari ini gue membaca beberapa tulisan, dan satu diantaranya membuat gue menyadari sesuatu.
Inti dari tulisan tersebut membicarakan tentang sistem "tak and give" dalam pertemanan yang dirasa terlalu gamblang menyatakan bahwa manusia itu rakus; yang kemudian dimodifikasi menjadi "give first, take if they want us to take it".
alasannya adalah, mereka ragu apakah "jika kita mengasihi, maka kita akan balik dikasihi" akan selalu berlaku.
banyak orang yang beranggapan bahwa orang yang selalu berkorban untuk orang lain adalah bodoh. ketika kita mau saja melakukan ini-itu untuk orang lain tanpa imbalan, maka kita bodoh.
kalo menurut gue, bodoh dan baik itu memang beda tipis.
tapi sebenarnya itu hanyalah persepsi, dan tidak ada persepsi yang salah.
ketika gue tahu apa yang gue lakukan dan gue tulus melakukannya, maka gue anggap itu sebuah kebaikan.
porselin, petani dan saudagar kaya
ketika menemukan sesuatu yang berharga dan susah didapat,
aku cenderung memegangnya dengan hati-hati
sangat hati-hati malah
takut bergerak sedikit saja, dia bisa jatuh berkeping-keping
takut menghembuskan napas sedikit saja, dia bisa terbang dan tak kembali lagi
ketakutan terbesar adalah, aku jatuh hancur remuk redam untuk mempertahankan keutuhannya,
tapi dia malah pergi meninggalkanku dengan orang yang bisa menghargainya lebih
dan kemudian aku yang petani miskin ini tak tahu bagaimana caranya memperbaiki diri
aku cenderung memegangnya dengan hati-hati
sangat hati-hati malah
takut bergerak sedikit saja, dia bisa jatuh berkeping-keping
takut menghembuskan napas sedikit saja, dia bisa terbang dan tak kembali lagi
ketakutan terbesar adalah, aku jatuh hancur remuk redam untuk mempertahankan keutuhannya,
tapi dia malah pergi meninggalkanku dengan orang yang bisa menghargainya lebih
dan kemudian aku yang petani miskin ini tak tahu bagaimana caranya memperbaiki diri
Langganan:
Postingan (Atom)