Minggu, 06 Januari 2013

butuh kelas aneks secepatnya -____-

mengerikan.
setelah melihat kebawah (postingan sebelumnya), ternyata produktif banget gue malem ini.
bahkan masih ada beberapa lagi yang ingin gue tulis.

dan gue bahkan ingin menyelesaikan catatan untuk uas lusa. -_-
dan setelahnya, gue berpikir untuk melakukan beberapa hal lainnya, yang kalau ditunda gue akan langsung melupakannya
dan gue berpikir untuk tidak tidur hari ini saking semangatnya

dan saking semangatnya juga, gue ingin melakukan lebih banyak hal lagi
tapi terhalang oleh waktu yang cuma 24 jam
juga terhalang oleh tenaga yang tidak begitu kuat

sebenarnya, merepress emosi tidaklah baik
tapi baiklah, sepertinya gue harus belajar merepress emosi gue yang satu ini
dan pelan-pelan menyalurkannya ke hal-hal lain 

gue gatau bisa menjadi semengerikan apa lagi gue? -______-

tentang meluas dan mendalam

gue teringat pembicaraan gue dengan sinta.
pembicaraan yang pernah gue lakoni dengan dua orang lainnya.

tentang meluas dan mendalam.
apa yang salah tentang menjadi berbeda?
ya, gue satu-satunya yang memilih untuk menjadi luas, diantara mereka bertiga.

gue satu-satunya yang memiliki prinsip bodoh,
gue gaperlu jadi ekspert dalam satu atau lain hal.
gue gaperlu dicari-cari orang, karena gue bisa satu hal yang mereka gabisa.
gue gaperlu terkenal, hanya karena gue ahli (dan dewa) dalam satu bidang tertentu.

mungkin gue bodoh,
tapi gue hanya perlu merasakan semua hal yang bisa gue rasakan, melakukan semua yang pengen gue lakukan. saat gue masih punya waktu. saat gue masih punya tenaga dan keinginan.
yang gue perlu hanyalah menjawab rasa keingin tahuan gue, disaat mereka masih sudi muncul kepermukaan otak.

yahh, orang bodoh ini selalu berangan-angan untuk menjadi seorang yang sukses.
orang sukses yang bisa (meskipun tidak ahli) melakukan segala hal yang disukainya.

setidaknya, kalo gue gak jadi orang sukses, dimata orangtua gue, mereka melihat anaknya bisa melakukan banyak hal.
dan dimata temen-temen gue, mereka bisa mengandalkan gue dalam segala hal.

gue memang antimainstream.
gue gamau bersaing dengan para ekspert seperti kalian, karena gue tahu gue gabisa megalahkan kalian.
dan seperti antimainstream lainnya, gue gamau punya saingan (meskipun tetep gue yang akan kalah)
tapi disaat gue butuh, gue kan punya kalian sebagai ahlinya. :)

dan gue bangga kok tetap menjadi bodoh, si bodoh yang terus melakukan segala macam usaha untuk menjadi seorang yang hanya satu di dunia. :)

#randomsyalala

banyak.
banyak banget yang gue pikirin.
banyak banget yang pengen gue lakuin.
banyak banget yang lagi gue rasain.

saking banyaknya, gue takut kalo gue buka satu, yang lain juga akan ikut keluar
dan gue langsung menyadari yang gue takutkan adalah, "gue gapunya apapun lagi untuk gue pegang"

gue adalah gue kalo gue masih punya sesuatu yang gue pegang.
sesuatu yang hanya gue dan Tuhan yang tahu.

tapi, disaat semua dibuka, dan semua orang ikut mengetahuinya,
gue takut gue bukan lagi gue, tapi gue adalah sama seperti mereka.
melebur, dan tidak dapat dibedakan.

gue hanya mau gue adalah satu.
satu yang orisinil.
satu yang saat kau lihat di keramaian, kau bisa dengan mudah menemukannya.
satu yang tidak ada duanya.
satu yang antimainstream. 
dan satu yang SATU.

tahun baru. resolusi baru.

hari ini di gereja gue merasa berdosa karena ngantuk banget dan nggak fokus dengerin Firman.
tapi ditengah-tengah kesibukan menahan kantuk, gue mendengar sesuatu tentang resolusi dan tahun baru.

katanya kurang lebih, 
"sudah 5 hari loh lewat, hayoo resolusinya sudah dijalanin belum?"
(bikin aja belum, pak. mo ngejalanin apaa?
lupa terus pak mau bikin resolusi. gak sempat gara-gara uas.
nanti aja deh abis uas pas liburan ya, pak.)

saya punya cerita. 
ada seorang yang ditanya sama Tuhan. "kamu mau nggak, Saya kasih umur sampe 100 tahun lagi?"
pemuda itu cuman geleng-geleng nggamau.
"kalo sekarang?"
"waaah, jangaaan." lagi-lagi dia geleng-geleng nggamau.
"lah terus maunya sampe kapan? hayo kamu yang pilih.
pemuda itu juga cuman bisa geleng-geleng, tapi kali ini karena enggatau.

terus akhirnya Tuhan bilang,
"yaiyalah kamu enggak tahu. apa yang kamu pengenin aja, kamu enggak tahu.
kalo kamu tahu apa yang pengen kamu capai, kamu bisa siap-siap ngelakuin apa yang kamu pengenin. jadi nanti enggak nyesel. udah tau mau jadi apa. udah tau mau ngapain"

trus pendeta gue menambahkan, "hayoo, jangan lupa yaa tetep lanjutin bikin resolusi. buat sampe 20 tahun mendatang."

waduuh, yang gue pengenin sih banyak banget, tapi susah kalo ditulisin satu-satu. takut gabisa ngejaga komitmen -.-

oiya, baiklah kalo begitu. yang pertama akan gue tulis dikertas adalah 
1. gue akan berusaha menjaga komitmen untuk menjalankan resolusi ini.
2. ...
3. ...
dan dibawahnya kosong menunggu untuk diisi. #mari mulai berpikir

tanya kenapa (?)

kenapa.
adalah salah satu kata tanya yang paling sering kita gunakan.

tapi, suatu saat gue menerima jawaban seperti ini dari tanya "kenapa" gue .. 

"kalau kamu masih mempertanyakan kenapa ini semua terjadi dalam hidupmu,
maka kamu masih ragu dan mempertanyakan kuasa Tuhan" 

jadi, berhenti mempertanyakan kenapa Tuhan memberikan jalan yang seperti itu, atau seperti ini. atau kenapa kamu mesti mengalami ini dan itu. atau kenapa mesti kamu yang mengenal si A dan si B. atau apapun pertanyaan-pertanyaan lain yang serupa.
jalani saja, dan lihat keseluruhan jalan ceritanya.
maka kau akan terkesima melihat rancangan indah yang sudah Dia rancangkan untukmu.

apapun itu, kini aku percaya, Tuhan :)

Sabtu, 05 Januari 2013

#tentangbelajar

belajar bagi gue adalah menulis. 
gue menulis apa yang gue pelajari. 
gue pelajari apa yang gue tulis. (kadang)

gue baru menyelesaikan belajar (menyalin) 1 bab kognitif dalam 3 jam sesorean ini.
ditambah nyanyi-nyanyi gak jelas ngikutin lagu yang lagi diputer.
ditambah bengong doang ngeliatan layar word yang isinya tulisan semua.
ditambah buka jejaring sosial, liat2, trus ditutup lagi.
ditambah buka solitaire, trus baru ditutup setelah menang, (ato malah setelah kesel karena gak menang-menang).

yah, setelah dihitung-hitung, waktu segitu sering gue abisin cuman buat nonton film ato berkelana di dunia maya doang.
padahal, dengan susah payah waktu segitu bisa gue pake memelajari 1 bab mata kuliah gue.

sayang banget sebenernya selama ini waktu gue jarang gue pake buat belajar.

gue suka belajar. 
bisa dibilang, belajar jadi salah satu hobi gue. 
sayangnya, belajar menjadi hobi kesekian setelah hobi2 gak penting tapi menyenangkan lainnya.
yah, keinginan buat nonton film, main laptop, baca novel, nulis, ato yang lain bisa mengalahkan keinginan gue buat belajar.



n.b : miris memang, gue mengetahui hal seperti ini, tapi tak bisa berbuat banyak.
#dasar anak muda.

boredom,!

semakin kelabu
apanya?
pun tak tahu

setiap hari sama saja
bangun (kesiangan), belajar (di depan laptop), tidur (saat sudah lelah)
tak ingat makan dan mandi

terasa ada yang hilang
setiap hari bangun bukan dengan badan yang segar
namun dengan tubuh yang merasa lebih lelah dari hari sebelumnya

tak tahu harus diapakan,
tapi maaf, gadis dibalik layar ini sedang tak bisa diajak berpositive thinking sekarang
apa yang kau katakan hanya akan dianggap angin lalu
atau lebih buruk, dimasukkan ke hati paling dalam dimana terdapat kebencian

semuanya kelabu,
bahkan fokus pun tak bisa diarahkan
rasanya seakan banyak yang harus dipikirkan di waktu yang sesingkat ini
dan tak tahu harus diapakan

ah, ingin sesuatu yang baru,
yang bisa membuat kelabu ini menyingkir
berpikir sekeras apapun tak menghasil

lalu, bisa apa?