Selasa, 11 Desember 2012

vs logika

(**sebelum membaca postingan ini, baca dlu postingan sebelumnya**)
 
lalu kemudian, setelah terbangun dan cukup lama tersadar,
aku mulai berpikir ...

bagaimana kalau itu bukan dia?
bagaimana kalau itu hanya alam bawah sadarku yang begitu merindukannya? 

yah, kalian tahu, kan?
ketika seseorang sangat menginginkan sesuatu, kadang bisa saja sampai kebawa mimpi
dan saat ini aku sedang sangat merindukannya, disamping kenyataan bahwa sudah banyak yang ia kunjungi, tapi tidak denganku!

mungkin itu hanya alam bawah sadarku yang mengatakan hal seperti itu karena aku memang menginginkannya?
saat ini adalah saat dimana aku menghancurkan impianku sendiri.
terlalu banyak berpikir memang membuatmu kadang menyesal.

namun, kalaupun begitu, aku akan merasa sangat bodoh kalau mengingat kejadian sebelumnya
ketika aku menangis sesenggukan tanpa henti dan tanpa bisa dikendalikan
hanya karena sebuah mimpi rekayasa hasil karya alam bawah sadarku

pagi yang indah

menangis tak selalu menggambarkan kedukaan, kan?
dan kegermbiraan tak selalu dapat dilukiskan oleh tawa.

semalam. lelah.
tertidur dengan perasaan campur aduk yang gak bisa digambarkan.

pagi ini, terbangun.
berbeda dengan pagi-pagi lainnya :')

kali ini malamku berwarna, namun entah apa yang menghiasinya.
aku cuma ingat satu.
aku cuma mau ingat satu.
betapapun singkatnya waktu, namun tetap yang kuingat hanya satu.
hanya kamu.

ya, seperti biasa setelah diwarnai dengan beberapa bunga tidur lain, aku berada d sebuah setting yang kurasa sudah kukenal cukup lama.
lalu, satu titik.
hitam dengan hanya satu warna. warnamu.
kegembiraan dengan kamu ditengahnya.
kamu yang tak terlihat.

kamu dengan senyum khasmu, dan dengan alis kebanggaanmu
yang kunamakan alis setengah tiang  /:)
kamu yang tak ikut bergembira, tapi menatapku cukup lama.
satu dua lewat dan kau menghampiri mereka.
melakukan *pukpuk* yang sangat gayamu dengan ... dengan apa ya? yang sangat menggambarkanmu. hm, mungkin dapat kusebut manis. karena setelah kau pukpuk, mereka merasa sedikit lebih tenang.

ya, aku cuma bisa melihatmu dari jauh.
dari tempatku datang.
terduduk diam sambil sesenggukan.
tak perduli kanan kiri yang berusaha menghentikan tangisku.

lalu kau menghampiriku, dan memegang tanganku.
berusaha menghentikan tangisku.
tapi tak bisa, semakin aku melihatmu, semakin aku ingin menangis.
lalu dengan satu senyum, kau berucap padaku,
"sudah terlanjur sayang"

 ***
lalu aku terbangun, dan semua hitam.
tangisku pecah tanpa bisa ku kendalikan.
tanganku hanya bisa terpaku dibalik selimut.
tak kuhiraukan semua air yang membasahi bantal.
mungkin ini terlambat, dan kau tak lagi bisa mendengar.
namun, "aku sayang kamu, kak"
tapi, kenapa sekarang, saat sudah terlambat?

terimakasih. terimakasih. terimakasih. terimakasih. terimakasih. terimakasih. terimakasih. terimakasih. terimakasih. terimakasih. terimakasih. terimakasih.

aku cuma ingat untuk mengucapkan itu.
makasih udah mau datang menghampiri setelah cukup lama aku tak melihatmu.
maafkan ingatanku yang sangat lemah, sehingga saat ini bahkan aku sudah hampir melupakan wajahmu yang tadi. wajah lembut, dengan satu alis naik.

mungkin benar kata sinta. dia bilang, kau belum mampir karena katanya aku belum siap.
mungkin aku mengerti sekarang maksudnya apa.
aku yang selalu melawan kenyataan.
aku yang masih tetap berpikir kau ada, namun hanya pergi jauh.
jauh kemanapun itu, asal tidak ke surga. 
aku yang selalu berpikir kau yang entah dimana dan aku hanya tak bisa melihatmu saat ini.
aku yang sangat lemah ini pasti akan selalu menangis saat melihatmu kembali.
aku yang lemah ini takkan siap menerima kenyataan bahwa kau sudah pergi ke surga.
aku yang lemah ini pasti tak akan bisa mengendalikan tangis saat melihatmu.
ya, maafkan aku yang lemah ini, yang hanya membuatmu semakin sedih.

Minggu, 09 Desember 2012

sepucuk surat untukmu, kakak :)

death is just a dead. it doesn't hurt you physically. 
but one doesn't simply when you feel miss him so damn much

40 hari disurga, gimana rasanya?
pasti semuanya putih, kan ya?
gimana rasanya main-main doang sama malaikat cantik kayak kak uli?
gimana rasanya nggak belajar, nggak ada tugas, nggak ikut UAS?
gimana rasanya dikangenin sama banyak orang?

ah, masih banyak gimana gimana lainnya, kak.
banyak banget yang pengen ditanyain.
tapi gamungkin kan.

yaudahlah, cuman bisa kirim doa aja sepertinya.
doa tanpa banyak tanya.
doa tanpa air mata.
doa tanpa banyak menuntut.

selamat 40 hari dirumah baru.
selamat beradaptasi.
tetap perhatikan kami disini yaa, yang gapernah lupa sama kakak :)
tetap lindungi kami disini.
tetap bercahaya seperti malaikat lainnya kak.

seulas senyum dari bumi mengiringi doa untuk 40 hari yang sudah lalu :)

Jumat, 07 Desember 2012

Kesal itu ...

Kesal itu ...
 ketika pipi basah tanpa ijin
 dan hati sangat ingin teriak tapi tak mampu
 dan bahkan menangis pun hanya bisa dalam diam

Kesal itu ...
 aku baru tahu yang namanya rindu bisa sebegini mengesalkannya
 aku baru tahu sesuatu yang lebih besar dari sekedar kata suka
 dan tentu saja lebih tulus dari kata cinta

Kesal itu ...
 ketika berhari-hari temanmu dalam diam hanyalah air mata
 dan berhari-hari, yang kau terima hanyalah hati yang pahit
 dan semua kekuatan yang serasa sudah tak mau berdiam lama
 pergi, yang tinggal hanya tubuh tanpa energi
 padahal banyak yang ingin kau lakukan
 kau ucapkan

Sekarang ini kata untukmu
RINDU. AKU. SANGAT.

Rabu, 05 Desember 2012

tentang kesiapan

sebuah teori mengatakan bahwa kita jangan terlalu senang, karena setelahnya kita akan merasa sangat sedih.
gue tahu teori tersebut. namun gue gapernah tahu kalo rasanya akan sesedih ini.

saat ini gue merasa sangat senang membicarakan Desember. namun setelahnya, nggatau kenapa gue menjadi sangat sedih. tiba-tiba terbersit sebuah pikiran yang membuat gue sangat ketakutan.

dan yang bisa gue katakan hanyalah, "Tuhan, tolong jangan sekarang. aku belum siap" :"""(

DESEMBEEEER

*lagi-lagi gue gapunya judul baru -.-
jadi yasudahlah

seperti akhir-akhir tahun lainnya, akhir tahun ini pun gue sudah gabisa fokus beraktivitas
semua gue lakukan seperti biasa, tapi yang gue pikirkan hanyalah LIBUR, NATAL, RUMAH dan GEREJA.

gue sangat suka bulan Desember, sama seperti gue menyukai tiap hari Jumat, sama seperti gue menyukai semua yang bikin damai.

saat inipun sebenernya gue lagi mengerjakan tugas,
tapi tentu aja pikiran gue gak lagi ke tugas.
yang saat ini gue pikirkan adalah seabrek rencana yang akan gue lakukan berkaitan dengan hari libur gue.

gue, sinta, uti dan aul berencana pergi ke dufan pertengahan bulan ini. tentu saja buat liburan.
gue mau pulang dan merayakan natal bersama keluarga dan teman-teman gereja gue. tentu saja gue rindu pelayanan. menari di depan altar sambil menyanyi dan mengisi tiap malam Sabtu dengan ibadah remaja. gue bukan orang yang religius, tapi entah kenapa gue sangat senang pergi ke gereja :)
dan senangnya lagi, UAS diundur setelah tahun baru :D jadi tentu aja gue bisa tahun baruan dirumah.

gue udah lupa rasanya menghias pohon natal. karena tahun lalu, gue pulang saat pohon natal sudah dipasang dengan megahnya. dan tahun-tahun sebelumnya gue terlalu sibuk menghadapi UAS SMA.
gue udah lupa gimana rasanya bikin kue-kue natal-tahun baru sama mama. karena biasanya, keluarga kami terlalu sibuk bahkan hanya untuk membuat nastar dan kue salju. dengan alasan capek, mama gue selalu memilih untuk membeli saja kue natal daripada membuatnya. dan gue sangat ingin ritual membuat kue itu tetap kami lakukan tahun ini. :')

kalau pada kesempatan libur-libur sebelumnya, gue selalu gak betah dirumah dan selalu pengen cepet-cepet balik nangor, kali ini gue ingin menghabiskan waktu dirumah selama yang gue bisa. gue pengen bisa bermanja-manja sama mama-papa gue. juga sama kakak-adek gue dirumah.


aaaaaaaarrgghhh. my family. how i miss be the part or you guys. how i miss be there. :')

Sabtu, 01 Desember 2012

Desembeeeer~

Yak, gue seneng bulan Desember
selain karena 3 dari 7 anggota keluarga berulang tahun di bulan ini, juga karena bulan ini adalah bulannya kelahiran Tuhan Yesus

tapi, awal bulan gue ini dimulai dengan sebuah penyakit diare yang bikin sanggat tidak enak
gue menolak periksa ke dokter hanya agar tidak ada yang merusak momen "Lidya si anak kuat" gue haha 
tapi, setelah hari ini perut gue mual luar biasa, akhirnya barulah gue memutuskan mengabari orang rumah
dan akhirnya gue di omelin (as always) karena bla bla bla dan bla bla bla (baca : terlalu banyak aktivitas dan tidak mau menjaga kesehatan)
hem, mo gimana lagi
sakit kan gak akan mengubah keadaan
gue tetap harus beraktivitas seperti biasa

kadang ketidaktahuan menyelamatkanmu dari ketakutan

n.b : yak, dan setelah dilihat-lihat, postingan kali ini tidak sesuai dengan judulnya -,-