Minggu, 19 Agustus 2012

bukan inginku

dipaksa tertawa saat tak ingin tertawa
menangis saat kau merasa itu hal yang memalukan
tersenyum saat bahkan senyuman pun tak akan mengubah keadaan

capek memang, tapi mungkin itu yang mereka inginkan
tenggelam dilautan kepura-puraan

meski mereka tahu itu semua hanyalah simbol "mati"
yang sama sekali tak punya kekuatan apapun 

yah, mereka lakukan itu semata-mata untuk mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja
padahal semuanya TIDAK baik-baik saja.

Jumat, 17 Agustus 2012

mana yang kau pilih ?


Jika disuruh memilih, mana yang kau pilih?

Menjadi seorang wanita yang memiliki ekspresi; ceria disaat ia senang dan menangis disaat ia sedih?

Atau menjadi seorang wanita tanpa hati yang tidak memiliki ekspresi apapun;
Sehingga ketika ia merasakan emosi apapun, orang lain tak perlu repot-repot mencoba menebak apa yang kau rasakan.

Orang-orang introvert kebanyakan sepertinya akan memilih menjadi seorang wanita tanpa hati. Yang tak perlu repot-repot menunjukkan ekspresi wajahnya ketika mengalami emosi apapun. Sehingga orang-orang pun tak bisa menjajah mereka.

Tak akan ada yang tahu ketika mereka sedang sedih, sehingga tak akan ada yang bisa membuatnya jatuh lebih dalam ke kesedihan.

Juga tak perlu ada yang tahu disaat mereka merasa senang, sehingga tak akan ada yang bisa merusak kesenangan mereka dengan apapun yang membuatnya sedih.

Mereka pasti lelah menjadi orang yang cengeng. Yang emosinya gampang terkuak. Dan perasaannya gampang terbaca. 


n.b : Tulisan yang muncul setelah menonton salah satu cerita di serial NCIS.
Dimana ada seorang wanita kuat yang bekerja sebagai marinir. Dia mengalami KDRT dan memilih membekukan hatinya, sehingga tak ada emosi yang keluar dan tak ada ekspresi yang tergurat diwajahnya. 
Karenanya, suaminya yang juga tentara akan jera memukulinya. Dia memang wanita kuat yang tangguh, tapi sayangnya dia tak punya hati. :]

yang kamu butuhkan, bukan yang kamu inginkan

Bulan Agustus. Tepat setahun yang lalu dibulan ini, gue menjadi seorang pendatang baru di wilayah Jatinangor. Alasannya tak lain dan tak bukan adalah untuk menuntut ilmu.

Well, gue baru aja pulang dari ibadah remaja di gereja. Ibadah remaja pertama setelah enam bulan gue gapulang dihari Jumat. Yak, kalian tau betapa kangennya gue akan kegiatan satu ini? Jawabannya adalah sangat teramat kangen. :D

Karena ternyata, hari ini diadakan lomba 17'an yang meskipun sederhana, tapi sangat bikin gue pengen balik ke masa kecil gue lagi.

Selain itu, ada wajah-wajah baru yang belum pernah gue lihat. Tambah rame aja nih remaja :)
Tapi, ada pertemuan, tentu ada perpisahan, bukan? bukaaan haha 


Yup, hari ini salah satu temen gue kesaksian kalo dia mau kuliah di Malang. Dia keterima di salah satu univ negri disana, dan akhir bulan ini dia bakalan berangkat. Gue sempet ngerasa sedih dan sedikit banyak mulai berpikir. Apa dulu pas gue mau pergi, temen-temen pada sedih-sedihan begini juga yak? Padahal, waktu gue mau pergi dulu, gak ada farewell party segala. *okeskip, egoisnya mulai keluar

Sebenernya, bukan itu inti postingan kali ini. Bukan sedih-sedihan, atau mellow-mellowan.
Jadi, dalam perjalanan pulang adek gue sempet cerita-cerita. Dia bilang, temen gue yang tadi mau ke Malang itu, dapet hadiah motor dari papanya. 

Nah, disinilah inti postingan kali ini. Dengan egoisnya gue nyeletuk gini, "kok aku ga dapet apa-apa yah dari papi?".
Sebenernya sih gue ngomong ngga ada maksud apa-apa, cuman celetukan ga jelas. Karena emang gue juga ga ngasih apa yang diharapkan orang tua gue.

Tapi ternyata adek gue udah mulai dewasa. Dia malah bilang gini ke gue, "ya tapi kan kamu dapet hidup yang enak, kak. Kamu masi dilindungin ama Tuhan, jadi hidupnya aman. Coba kalo dikamarmu ada kecoak, tikus, terus ngga ada AC. Trus banyak nyamuk yang gigitin."
Dia ngelanjutin, "Tuhan tuh ngasih kamu lebih banyak, kak. Kamu dikasih kehidupan."

Tentu aja gue terdiam. Di kamar gue emang dulu banyak kecoak, tapi memang udah ngga ada sih sekarang. Terus, mana ada AC disana. *sok-sok defense
Tapi, gue sadar, gue tetep bisa hidup aman disana. Adek gue bener, meskipun gue hidup sendiri, dan jauh dari keluarga, gue tetep dijagain ama Tuhan.

Yah, adek gue bikin gue bersyukur lebih banyak malam ini. Gue masi bisa sering-sering balik kerumah, meskipun ga tiap bulan. Kalo pun gue di kosan, pasti keluarga gue nelpon minimal seminggu sekali. 

Gue inget, awal-awal pindah, gue masih ga betah. Tapi, bulan-bulan berikutnya, gue betah banget di kampus. Malah jadi males pulang kerumah.

Intinya sih, apapun yang lu lakuin sekarang, bersyukur aja karena Ia udah nempatin lu disitu. Seburuk-buruknya tempat yang lu dapet, atau se-ga-suka ga-sukanya lu disitu, jalani aja dengan hati yang bersukacita. Pasti lu ngedapetin lebih dari yang lu harapkan.


Tuhan tau dan akan mencukupkan apa yang kamu butuhkan. Bukan yang kamu inginkan.

Kamis, 16 Agustus 2012

dia yang belum ditemukan

hal yang paling membuat tenang adalah ... 

ketika sedang merasa gelisah, dan seorang menenangkanmu dengan senyuman.
dia berkata seakan semua baik-baik saja
--bukan, bukan menganggap remeh masalahmu
tapi lebih kepada sikapnya yang cuek,-- 
tak membiarkan pikiranmu dipenuhi oleh hal-hal yang menggentarkan,
tapi tetap ada untuk membantumu.

dan panggilan sayangnya kepadamu.
dan tangannya yang mengelus lembut kepalamu,
atau mengacak-acak kasar rambutmu. 

seakan kamu adalah adik kecilnya.
yang meskipun periang dan lucu,
tetapi yang rapuh luar dan dalam.

yang mengerti betapa butuhnya kamu akan bantuan.
meskipun selalu bertindak seakan-akan kamulah orang yang terkuat.

yang tahu disaat kamu yakin atau tidak.
disaat kamu senang atau pura-pura senang.
disaat kamu ingin disanjung sebagai orang dewasa,
atau sangat ingin diperlakukan seperti adik kecil.

luka

lebih baik merasakan sakit karena luka fisik, dari pada sakit hati. (not a love story)
karena ketika kita sakit (fisik), kita memiliki banyak alasan untuk bebas berteriak.
tapi ketika luka kita tidak kelihatan, orang tidak akan mengerti alasan kita berteriak.
karena setiap orang memiliki ceritanya sendiri untuk sakit hati. (still not a love story) 

*ngomong ke alter ego*

Kamis, 09 Agustus 2012

kamu #2

kali ini,
setelah bergeming cukup lama akhirnya dia berkata
"yah, aku percaya kepadamu. kau mengatakannya seolah kau siap melupakan semuanya. meninggalkannya jauh dibelakang.
dan ketika semua itu kembali, kau akan tetap siap untuk menyingkirkannya dari hadapanmu"  
pertemuan kali ini ditutup dengan senyumnya yang sumringah

Rabu, 01 Agustus 2012

.perenungan(?).

bukan. bukan salahku menyakitimu hanya karena inginku
bukan salahku kau merasa sakit hanya karena anganku
bukan salahku juga aku pergi meninggalkanmu dengan berjuta kasih yang tak kunjung sampai

kadang, 
ketika kebahagiaan itu jadi suatu hal yang wajar, kita seringkali malah tak menyadarinya

padahal,
terbit lalu tenggelam, lalu terbit lagi seperti matahari. begitulah hidup.

mungkin,
aku memang belum menjadi yang terbaik buatmu

tetapi,
yakinlah bahwa aku selalu berusaha sebaik-baiknya hanya untuk mendapatkan pengakuanmu