Minggu, 30 September 2018

.
Pernah ngga kalian berada dalam suatu kondisi, dimana kalian tiba-tiba merasa gamang.
.
Seperti akhirnya nyemplung ke dalam suatu kolam yang ternyata lebih dalam dan membutakan daripada yang kalian pikirkan sebelumnya.
.
Lalu merasa takut. 
Tetapi keheningan yang mencekam terlalu lama akhirnya membuat rasa takut itu sirna. 
Yang sisa adalah rasa khawatir akan kekhawatiran itu sendiri.
.
Khawatir nantinya akan ada alasan lain yang mengkhawatirkan.
.
.
.

Sedang dalam sumur dan ingin merangkak naik.

Selasa, 25 September 2018

Tetapi apabila pernah dikatakan: 
"Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, 
janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman"

- Ibrani 3 : 15 -

Minggu, 23 September 2018


"Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu,
dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran"

- Amsal 17 : 17 -

"Sorry"

Percakapan siang tadi.


Pernahkah kamu mengecewakan seseorang?


Pernah. Seorang Sahabat. 
At least, seseorang yang masuk dalam lingkaran pertemananku. 
Mengecewakannya bahkan saat dia sedang sangat membutuhkanku. 


Bagaimana rasanya? 

Sakit. Menyesal.

Apa yang terjadi?


Aku sibuk. 
Terlalu sibuk melakukan hal yang membuatku senang. 
Sehingga menjadi tidak ada waktu untuknya. 
Dia sangat sering menolerir ketidakhadiranku. 
Tapi bahkan dia masih mau menyakiti dirinya dengan berharap padaku, 
berharap aku punya sedikit waktu untuknya saat itu. Saat Ia sedang sangat butuh teman.


Lalu apa yang kamu lakukan?


Aku berusaha untuk menghampiri meski ditolak. 
Aku berusaha untuk hadir meski terlambat. 
Aku membayarnya dengan menerima saja 
ketika dia tidak lagi percaya padaku -- dan memilih menjauh karena kecewa.


Tapi,
Aku tak berhenti di situ. Aku berusaha memegang yang tersisa.
Berusaha menghargai waktu dan kehadiran seseorang.
Menghargai apa yang bisa kulakukan untuk orang lain.
Memberi waktu, tenaga, dan perhatianku untuk mereka yang masih tersisa dan hadir hingga kini.


Aku pernah kecewa, dan tidak lagi mau menjadi alasan orang lain merasakan sakitnya. :)


Aku juga pernah. Dan rasanya tidak enak.
Apa yang harus kulakukan?

Mengakulah padanya. Minta maaf.
Tapi lalu tetap berjalan, dan jangan diulang kembali.




ps : teruntuk seorang teman yang pernah kukecewakan.
Maaf karena tidak pernah mengakui kesalahanku ini.
Maaf karena pernah mengabai, dan lupa untuk kembali.
Lalu menjauh dan tenggelam dalam rasa bersalahku. 

You deserve a 'sorry'.


Jumat, 03 Agustus 2018

Keyakinan ini, semu kah?

Kadang, aku yakin.
Bahwa hidup ini adalah tentang datang dan pergi.

Tidak ada yang abadi--kecuali Sang Alpha dan Omega, tentunya.


Kadang, aku yakin.
Hidup ini tentang bagaimana kita sudah bersikap baik di bumi.
Memberi dampak sebanyak-banyaknya pada orang sekitar yang kita temui.
Memberi kesan yang baik dan akan terus dapat diingat.

Kadang, aku yakin.
Tidak ada yang bisa menemani kita seumur hidup di bumi ini.
Seringkali mereka datang hanya untuk mengajarkan satu dua hal.
Tapi tak jarang, justru kita yang dihadirkan agar mereka bisa belajar satu dua hal.

Kadang, aku yakin.
Tuhan memberi free will tidak seakan-akan agar kita tidak menjadi robot suruhannya saja.
Tapi juga agar kita sendiri punya pengenalan pribadi yang sifatnya personal pada-Nya.


-
Jadi, sekarang,
Apa yang Tuhan ingin aku lakukan?
Apa yang Tuhan ingin aku tinggalkan?

Kita manusia, tidak punya banyak waktu.
Kita manusia, punya keterbatasan tenaga.

Tapi, dengan segala keterbatasan ini, apakah kita mau tetap tunduk pada otoritasnya?
Atau kita malahan berpaling dan ingin merasakan sebebas mungkin, dan mencari arti kesenangan kita pribadi?

Mana yang kau pilih?

Jumat, 13 Juli 2018

"Be Good.
... For everyone is fighting a battle you know nothing about."
- found this one on my friend's highlights instastory -

.
.
.

It's a reminder to me.
When i think that i know about someone, but i dont.
When i think that i understand their story, but i dont.
When i always think that i'm the most struggling person, but i'm not.

Yeah, be good.
We know nothing about anyone except what we see or hear.


But sometimes,
(like Maya Angelou said)
We are only as blind as we want to be. 

Rabu, 11 Juli 2018

Kadang,
meski kita tahu,
akan lebih mudah hidup dalam kepura-puraan
dan harapan semu

Setidaknya,
dalam pikiran,
masih ada alasan untuk bertahan,
meski membodohi diri


tak apa kan menunda sedih?

.
.
.
people only hear what they want to hear
people only see what they want to see
but sometimes, they are not ready for what really is