Jumat, 09 Oktober 2015
.
Semua orang punya caranya masing-masing untuk berbahagia.
Sebagian berbahagia dengan mencapai apa yang diinginkannya.
Sebagian lainnya, mencoba berbahagia dengan yang tersisa.
.
Dan pada titik tertentu, ketika mereka memikirkannya, mereka akan sadar bahwa bahagia itu adalah semu untuk saat itu.
Kamis, 08 Oktober 2015
:)
Aku berterimakasih pada semesta karena telah mengenalkan mereka padaku.
Para kakak bertampang sangar, (super duper mega giga) jahil, tapi juga care dan lembut (hatinya) :p
Yang sudah mau mendengar banyak.
Mau memberi banyak.
Tempat ngadu, dan tempat ngerengek.
Mau berkali-kali menasihati meskipun aku selalu bawel dan ngga mau denger.
Tapi tetep mau menuruti aku yang selalu ngebawelin sama ide-ide yang seringnya ngga pernah dipikir lebih dulu.
MAKASIH!
Untuk tidak banyak berbicara, tapi selalu memberi dukungan dengan selalu hadir.
Jumat, 02 Oktober 2015
Aku mengasihi kalian :)
kalau "aku sayang mereka" terlalu muluk,
maka akan gue ganti dengan "aku mengasihi mereka"!
Berlari bersama.
Jatuh, lalu bangkit lagi.
Saling back up.
Saling feed back.
Yah, besi menajamkan besi. Dan manusia menajamkan sesamanya.
Evaluasi tidak pernah tidak menyakitkan.
Tapi karena saling mengingatkan, maka tetap dan terus bertumbuh.
Singkatnya, gue selalu tau mereka ada disana waktu gue ngelakuin kesalahan, dan butuh bantuan.
Tinggal gue yang mau dibantu atau tidak...
Banyak hal yang sebenarnya bisa dipelajari dari setiap pribadinya.
Perjuangannya...
Jatuh bangun mereka masing-masing...
Kesaksian hidup mereka yang sangat memberkati...
Bagi gue, yang notabene orang baru diantara mereka, tidak mudah untuk beradaptasi.
Hanya bisa mengobservasi dan menerka-nerka bagaimana cara gue bisa masuk ditengah-tengah mereka (karena gue terlalu takut untuk melakukan trial and error).
Namun ternyata, bahkan mereka yang lebih dulu 'mengulurkan tangan' buat gue.
Sehingga akhirnya gue, dengan cukup nyaman, merasa diterima ditengah mereka.
Semester lalu adalah semester yang cukup gue syukuri keberadaannya.
Semua yang terjadi, tidak ada yang gue sesali.
Karena toh, seburuk dan sememalukan apapun pengalaman gue bersama mereka, itu turut andil dalam mendewasakan gue sedemikian rupa.
Jadiii, aku mengasihi kalian, teman-teman.
Terimakasih sudah berjuang bersama dan mau mengajariku banyak hal. :)
Kamis, 01 Oktober 2015
Terimakasih :)
Dear, teman seperjuangan...
Entah sejak kapan frekuensi kita terdiri dari angka yang sama.
Entah sejak kapan semua yang dibicarakan menjadi sejalan.
Mungkin karena usaha yang sama.
Pengorbanan yang sama.
Momen yang sama.
Dan rasa yang sama.
Terimakasih untuk telinga yang selalu mendengar,
dan mulut yang selalu mendukung.
Langganan:
Postingan (Atom)






