Sabtu, 06 Oktober 2012

:| *lagikacau

tiba tiba merasa dibohongi
oleh dia yang secara tidak langsung mengikrarkan janji terlebih dahulu

***
lalu, apa gunanya senyum selama ini?
apa gunanya ...

***
memang benar katamu
hidup ini terlalu sempit untuk dijalani bertiga
maka, mau tak mau satu orang harus tertinggal dibelakang

ketakutan terbesarku

aku masih menangis saat ini
menangis lemah tentu saja

tenagaku sudah cukup terkuras untuk beraktivitas 18 jam sehari
tak ada lagi tenaga tersisa untuk menangisi hidup

namun malam ini lain
kesadaranku penuh
dan aku menangis
seperti kataku, menangis lemah tentunya

bukan karena menyesali yang telah kulakukan
ya, itu juga 
tapi, lebih menyesali karena tak ada yang mengerti mengapa aku melakukannya

sudahlah,
sudah cukup kataku
mengapa masih tak mengerti
aku punya alasan kuat dibalik ini semua

aku tahu apa yang telah kupilih
dan aku sadar betul alasan mengapa itu yang kupilih

aku cukup kuat untuk menanggung semua ini
untuk jatuh karena pilihan yang kuambil 

tapi aku tak cukup kuat untuk melihat kalian juga jatuh bersamaku
bahkan hingga berkali-kali

teman ada untuk saling membangkitkan yang jatuh, kan?
bukannya untuk ikut jatuh bersama-sama

Jumat, 05 Oktober 2012

kesalahanku

aku salah.
hidupku salah.
rasaku salah.
yang kulakukan selalu salah.
*menangis sedih

kenapa kamu menangis? tanyaku pelan pada sosok mungil yang meringkuk dipojokan sana

aku melakukan suatu kesalahan besar. isaknya tanpa suara
kesalahan yang merugikan banyak (sangat banyak) orang.

mengapa kau melakukannya? tanyaku masih penuh dengan keheranan

hanya untuk melindungi hatiku yang rapuh.
tapi ternyata aku salah ...

memangnya apa yang kau lakukan?

aku tak melakukan apapun. erangku
hanya saja, karenanya ... aku menyukai orang yang salah

aku memikirkan orang yang salah
aku menaruh perhatian pada orang yang salah
aku menghadirkan rasa dari orang yang salah

dan kusadari, baru saja aku menyulut sumbu yang seketika menjadi kobaran api

senyumanku untukmu malam ini :)

kali ini aku berterimakasih padanya
sosok seorang kakak yang kusayang

wangi yang membawaku ke ingatan masa kecil
senyum yang membawaku bersedia menutup mata sejenak

menyediakan telinga untuk rengekan kecilku
membuka lebar tangannya untuk mendekap pelan tubuhku

memberikan pundaknya padaku 
mesti ia harus menyakiti dirinya sendiri

thanks
-my big O sister-

Kamis, 04 Oktober 2012

terima kasih

terima kasih karena sudah diam
terima kasih karena sudah mengerti
terima kasih karena tidak memberikanku pilihan lain

aku masih percaya

aku bertahan
awalnya karena figur otoritas, dan karena ketidak tahuan

aku bertahan
kali ini karena aku percaya
dengan bertahanlah, si kecil ini akan bisa siap menghadapi dunia yang tentunya lebih keras

aku bertahan
kali ini aku masih setia bertahan
karena aku masih percaya perjalananku tinggal sedikit lagi

#masih menunggu akhir Oktober

sendiri.
detik ini.
hari ini.
dengan semua pikiran yang menumpuk.

dan tiba-tiba hening.
akhirnya ada saat dimana gue dan dunia gue sendiri
lepas dari deringan sms yang tak henti
lepas dari rentetan tugas yang harus dipenuhi

bukan, postingan ini bukan tentang keluhan apapun yang terjadi hari ini.
postingan ini tentang seberapa gue bersyukur masih ada hari ini.
masih bisa bernafas detik ini.

masih punya kekuatan untuk keluar kamar dan beli makan.
masih punya ruang kosong untuk memikirkan tentang mereka
yang berada 156 km nan jauh disana

gue melihat tumpukan buku yang tertunda untuk dibaca
makanan, buku dan winamp adalah perpaduan yang unik malam ini

gue gak mengeluh belum bisa pulang kerumah
gue gak mengeluh kemalasan bikin gue makan hanya dengan telur
gue gak mengeluh tugas menumpuk membuat gue belum bisa pulang

tapi gue bersyukur karena gue menghargai waktu makan gue
gue bersyukur akhirnya memiliki satu malam dimana gue bisa menyicil tugas
gue bersyukur masih diingat ketika sudah berada lumayan jauh dari mereka

ya gue bersyukur
dan masih bisa bersyukur :)